Segala permohonan perizinan dari Aplikasi Siaplayani telah berakhir pada tanggal 8 Juni 2026 pukul 23.00 WIB dan dialihkan sepenuhnya melalui kanal baru Siaplayani Sumut Berkah

Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Sumatera Utara, Upaya Atasi Kabut Asap Karhutla dan Pulihkan Kualitas Udara

MEDAN, 18 Oktober 2026 – Upaya penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di Sumatera Utara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi yang dimulai sejak Jumat, 16 Oktober 2026, ini dilaksanakan secara intensif selama tiga hari hingga Minggu, 18 Oktober 2026, melalui kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah instansi terkait. Langkah tersebut bertujuan mempercepat penanganan kabut asap sekaligus membantu memulihkan kualitas udara yang berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu langkah penanganan kondisi atmosfer untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak kabut asap. Melalui pendekatan berbasis teknologi dan analisis kondisi meteorologi, operasi ini diharapkan mampu membantu mengurangi konsentrasi partikel pencemar udara, khususnya partikulat halus PM2.5, yang dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi.

Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Mempercepat Pembentukan Hujan

Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan melalui metode penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan garam sebagai bahan semai. Teknologi ini bekerja dengan memasukkan partikel garam ke dalam awan yang memenuhi kondisi meteorologis tertentu untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butiran air sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan.

Berdasarkan informasi pelaksanaan operasi, penyemaian awan direncanakan dilakukan sebanyak dua kali sehari dengan membawa sekitar satu ton garam dalam setiap penerbangan. Kegiatan ini juga dapat dilaksanakan pada malam hari untuk memaksimalkan peluang pembentukan hujan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca, keselamatan penerbangan, serta kesiapan operasional.

Penentuan wilayah sasaran penyemaian dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi awan dan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Wilayah lain juga berpotensi menjadi sasaran operasi berikutnya apabila kondisi atmosfer dinilai mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui publikasi kegiatan, tingkat keberhasilan operasi diperkirakan dapat mencapai 60 persen. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan yang bergantung pada karakteristik awan dan kondisi atmosfer di masing-masing wilayah, bukan jaminan terjadinya hujan.

Sebagai langkah alternatif apabila metode penyemaian garam belum menunjukkan hasil yang diharapkan, penggunaan dry ice atau es kering juga telah dipersiapkan. Metode tersebut dipertimbangkan untuk mendukung proses modifikasi cuaca pada kondisi atmosfer tertentu sesuai hasil evaluasi teknis di lapangan.

Penanganan Kabut Asap untuk Menjaga Kesehatan Masyarakat

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca merupakan bagian dari upaya penanganan kabut asap yang berpotensi menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Partikel halus PM2.5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Paparan polusi udara dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun penyakit kardiovaskular.

Hujan yang diharapkan dari pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca berpotensi membantu mengurangi sebagian partikel pencemar yang tersuspensi di udara melalui proses deposisi basah. Meski demikian, efektivitasnya tetap dipengaruhi intensitas dan sebaran hujan, kondisi angin, serta keberlanjutan sumber emisi asap.

Oleh karena itu, penanganan kabut asap perlu dilaksanakan secara terpadu melalui pengendalian kebakaran hutan dan lahan, pemantauan kualitas udara, koordinasi antarlembaga, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat.

DPMPTSP Sumatera Utara Imbau Masyarakat Meningkatkan Kewaspadaan

Sejalan dengan upaya penanganan kabut asap tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Utara mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dan mengutamakan perlindungan kesehatan diri serta keluarga.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar rumah, serta menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan menutup jendela apabila asap mulai masuk.

Selain itu, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mendapatkan waktu istirahat yang memadai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang semakin memburuk.

DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca melalui kanal resmi instansi berwenang, termasuk BMKG dan instansi lingkungan hidup terkait.

Kolaborasi untuk Pemulihan Kualitas Udara Sumatera Utara

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca selama 16–18 Oktober 2026 mencerminkan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan. Melalui penerapan teknologi modifikasi cuaca yang didukung pemantauan kondisi atmosfer, upaya ini diharapkan dapat membantu mempercepat pengurangan kabut asap dan mendukung pemulihan kualitas udara di Sumatera Utara.

DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara mendukung penyebarluasan informasi kewaspadaan kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi aktivitas sosial, pelayanan publik, serta kegiatan perekonomian daerah.

Melalui sinergi pemerintah, instansi terkait, dan partisipasi masyarakat, diharapkan kondisi kabut asap dapat segera teratasi sehingga kualitas udara di Sumatera Utara berangsur membaik.