Segala permohonan perizinan dari Aplikasi Siaplayani akan berakhir pada tanggal 8 Juni 2026 pukul 23.00 WIB dan dialihkan sepenuhnya melalui kanal baru Siaplayani Sumut Berkah

SID 2026 Perkuat Kolaborasi Investasi Sumatera, Dorong Hilirisasi Industri dan Pariwisata Terintegrasi

MEDAN, 23 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Bank Indonesia menyelenggarakan Sumatra Investment Day (SID) 2026 di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, Kamis (23/7/2026). Forum investasi regional tersebut mempertemukan pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk mempromosikan proyek serta potensi investasi unggulan dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera.

Mengusung tema “Invest, Innovate, Inspire: Advancing Sumatra Through Downstream Industry and Tourism Excellence”, SID 2026 diarahkan untuk memperkuat sinergi antarprovinsi dalam pengembangan hilirisasi industri dan sektor pariwisata. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah sekaligus memperluas pemerataan manfaat investasi bagi masyarakat di seluruh kawasan Sumatera

Arahan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat membuka kegiatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menekankan bahwa pengembangan investasi tidak lagi cukup dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah, tetapi perlu ditempatkan dalam satu kerangka kolaborasi kawasan yang saling terhubung.

Pulau Sumatera memiliki kekayaan sumber daya alam, posisi geografis yang strategis, sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan Sumatera sebagai salah satu kawasan investasi unggulan dan motor penggerak perekonomian nasional di luar Pulau Jawa.

Dalam SID 2026, sebanyak 19 proyek investasi unggulan dari 10 provinsi di Sumatera dipromosikan kepada investor domestik maupun mancanegara. Khusus dari Sumatera Utara, proyek-proyek strategis yang ditawarkan meliputi Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Kawasan Industri Medan, pengembangan Airport City Kualanamu, dan Toba Caldera Resort.

Promosi proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai investasi, tetapi juga untuk menghadirkan investasi berkualitas yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, memperkuat keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah daerah juga didorong terus meningkatkan kemudahan berusaha dan memberikan kepastian hukum kepada investor.

Pada sektor pariwisata, SID 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persiapan menuju Visit Sumatra 2028. Pengembangan pariwisata Sumatera diarahkan melalui konsep perjalanan antardaerah yang menghubungkan destinasi unggulan, seperti Danau Toba, Belitung, Batam, dan Bukittinggi, dalam satu identitas dan pengalaman wisata kawasan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyampaikan bahwa perekonomian Sumatera pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,13%, dengan pertumbuhan hingga akhir tahun diperkirakan tetap berada di atas 5%. Stabilitas inflasi yang berada dalam sasaran 2,5±1% dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik investasi dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga telah melaksanakan penjaringan proyek investasi melalui proses clean and clear. Dari 84 proyek yang dijaring, sejumlah proyek terpilih telah dipersiapkan menjadi proyek siap ditawarkan atau ready to offer. SID 2026 turut menyediakan fasilitas pertemuan langsung atau one-on-one meeting dengan calon investor dari Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, dan India.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat kontribusi ekonomi Pulau Sumatera terhadap perekonomian nasional pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 22,08%, dengan total Produk Domestik Regional Bruto sebesar Rp1.361 triliun. Potensi komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet perlu terus dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai tambahnya dapat dinikmati secara lebih luas oleh daerah dan masyarakat Sumatera.

Melalui penyelenggaraan SID 2026, DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara menegaskan pentingnya kolaborasi promosi investasi, penyediaan proyek yang layak dan siap ditawarkan, serta peningkatan kualitas pelayanan perizinan. Pendampingan kepada calon investor, penyediaan informasi potensi daerah, dan koordinasi lintas perangkat daerah akan terus diperkuat untuk menciptakan iklim investasi yang mudah, transparan, kondusif, dan berkelanjutan.

SID 2026 diharapkan menghasilkan tindak lanjut konkret berupa peningkatan minat investasi, kemitraan antardaerah, pertemuan bisnis, dan realisasi proyek strategis. Dengan semangat investasi yang terintegrasi, Pulau Sumatera diharapkan tumbuh sebagai satu kawasan ekonomi yang maju, kompetitif, inklusif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.